Sabtu, 12 Mei 2012

Rokok: Dibuat Karya Seni, Jangan Dihisap!

Berhenti beli rokok = tiket ke Mesir. Bisa juga beli moge (motor gede, pen.) atau barang-barang kaum jetset macam L**IS VI***N atau B*R**N. Poster kampanye anti rokok ini digagas oleh Stivoro, agensi pengontrol konsumsi rokok di Belanda. Temanya sederhana tapi ngena: “What are you giving up to smoke?”
Poster menampilkan foto instalasi rokok berupa Piramida, motor besar dan barang-barang di etalase di toko branded. Tiap gambar tersusun dari lebih dari 7.000 batang rokok—jumlah rokok yang setara dengan konsumsi 20 batang rokok/hari selama setahun. Kalau uang untuk beli rokok sebanyak ini ditabung, cuma dalam setahun, kita bisa liburan dan lain-lain.
Memang, di Indonesia, agak berlebihan kalau mbayangin bisa ke Mesir dengan ‘puasa’ rokok setahun, mengingat harga sebungkus rokok di negeri ini ‘cuma’ belasan ribu rupiah. Kalau diakumulasi setahun, sekitar 4-5 juta. Yaa.. cukuplah untuk liburan ke Bali atau belajar diving.
Poster anti rokok ini nggak hanya catchy secara visual. Secara tersirat, dalam bahasa yang sangat halus tanpa menggurui, kita disadarkan, betapa banyak uang yang bisa kita hemat ‘hanya’ dengan berhenti merokok. Ngaku deh, perokok mana yang nggak tahu bahaya dari rokok? Jelas-jelas di kemasannya dicantumin. Bahkan di banyak negara, lebih ekstrim lagi; kemasan rokok disertai foto-foto berbagai penyakit yang bisa terjadi akibat rokok. Toh, peminat rokok nggak kunjung surut. “Itu kan terjadi sama orang lain, gue sehat-sehat aja sampai sekarang.” Disadari atau tidak, ini pasti ada di pikiran perokok. Ini juga salah satu faktor denial yang bikin sulit untuk berhenti merokok.
Nah kalau urusannya soal kocek, beda lagi. Kalau dipikir-pikir, sebagian besar dari kita kita mungkin lebih peduli soal dompet ketimbang kesehatan (miris, memang). Dari sekian banyak orang yang abai terhadap bahaya rokok, mungkin sekian persennya akan mikir: “Iya lho, kalau uang buat rokok ditabung, tahun depan rekening bank bakalan makin gendut.” Ini yang disasar oleh Stivoro dan dieksekusi secara sempurna melalui tiga poster keren tersebut. Bukannya nakut-nakutin, mereka dengan cerdas menggambarkan secara gamblang, kebaikan secara ekonomi yang bisa kita dapat tanpa rokok.
Keukeuh nggak mau berhenti merokok karena khawatir terhadap nasib petani tembakau kalau perusahaan rokok gulung tikar? Jadiin aja rokok sebagai proyek yang produktif. Jangan dibakar dan dihisap, tapi bikin instalasi macam-macam dari rokok, kayak iklan dari Stivoro tea, terus jualin deh. Kalau ada lukisan dari cangkang telur atau bulu ayam, sekarang trennya: lukisan dari rokok. Siapa tahu, ternyata ada bakat seni terpendam yang selama ini menunggu untuk dibangunkan. Sambutlah sang Maestro lukisan rokok! Bayangkan lukisan-lukisan ini betebaran di galeri seni ternama di seantero dunia. Yah,seapes-apesnya, mungkin bisa jadi tren untuk hantaran pernikahan. Dare to try?
Sumber:
http://www.bangstyle.com/2012/04/cigarette-art-anti-smoking-campaign/
http://www.mymodernmet.com/profiles/blogs/iris-amsterdam-stivoro-what-are-you-giving-up?utm_medium=referral&utm_source=pulsenews
http://adage.com/article/creativity-pick-of-the-day/dutch-anti-smoking-campaign-cigarettes-art/234001/
http://aafprofessional.wordpress.com/2012/04/09/anti-smoking-messages-and-persuasion/

Jumat, 11 Mei 2012

Rumah Amfibi Anti Banjir

Dahi saya mengernyit saat membaca artikel tentang “la quartier amphibie” (daerah amfibi) di Belanda, dalam buku pelajaran bahasa Perancis kala kursus di CCF. Nggak mudeng. Perumahan katak untuk antisipasi banjir; maksudnya? Jadilah saya berdecak kagum setelah Madame Habibah, guru kami, menjelaskan tentang fenomena canggih ini.
Kita tahu, Belanda sangat datar dan sebagian tanahnya berada di bawah atau sedikit di atas permukaan laut. Sesuai namanya yang berarti “negeri yang rendah”. Maka bagi Belanda, pemanasan global sangat mengkawatirkan. Apa jadinya jika kian banyak es di kutub yang mencair dan permukaan laut kian tinggi? Pastinya nasib Belanda akan jauh lebih buruk ketimbang Jakarta yang terendam kala hujan deras atau banjir rob. Belum lagi, ada tiga sungai besar di Eropa yang melintasi Belanda dalam pengembaraan mereka menuju laut: Meuse (Maas), Rhine (Rijn), dan Scheldt (Schelde), yang tentu berpotensi menimbulkan banjir. Hebatnya, ancaman ini justru melebarkan sayap pencapaian Belanda. Betul kata anekdot, “Tuhan menciptakan dunia, dan orang Belanda menciptakan Belanda.” Terciptalah rumah amfibi yang membentuk kota ‘anti air’. “Kita tidak bisa melawan air, yang harus kita lakukan adalah belajar hidup bersama air,” ucap Sybilla Dekker, Menteri Perumahan, Perencanaan Ruang dan Lingkungan Belanda 2003-2006.
Salah satu perumahan amfibi yang pertama dibuat ada di Maasbommel, tepat di sisi sungai Maas. Secara fisik, rumah-rumah ini tidak berbeda dengan rumah ‘normal’. Tapi, cobalah berkunjung ke sana saat permukaan sungai naik dan air meluap hingga banjir. Si empunya rumah hanya akan mengobrol di teras sambil menyesap teh seperti biasa, bukannya panik dan buru-buru memindahkan barang-barang ke lantai atas. Silakan banjir, rumah akan mengapung mengikuti kenaikan permukaan air!
Gudang bawah tanah rumah tidak dibangun di tanah, melainkan di atas peron dari beton. Gudang ini tidak hanya sebagai ruang penyimpanan, melainkan juga sebagai rongga yang berfungsi layaknya lambung kapal yang menghasilkan daya apung. Nggak perlu was-was rumah akan hanyut terbawa arus air karena rumah ditambatkan dengan sliding ring ke tiang-tiang baja. Jadi begitu banjir usai, rumah pun kembali menjejak tanah di tempatnya semula. Lantas, bagaimana dengan listrik, gas, air dan pembuangan? Semua ini terbungkus rapi melalui pipa fleksibel yang berada di dalam tiang baja.
(Salah satu tiang penambat rumah)
Rumah-rumah ini belum mengapung, namun diprediksi, akibat perubahan iklim, akan terjadi banjir di Belanda setiap 12 tahun. Kementrian Pengelolaan Air dan Lalu Lintas Belanda telah merancang 15 area perumahan, bisnis bahkan pertanian yang bisa mengapung.
Jenius! Inilah ketika kreativitas, imajinasi, seni dan ilmu pengetahuan diramu secara apik. Bukannya terpikir untuk membangun tanggul maha tinggi di sepanjang sungai seperti pemikiran orang kebanyakan, mereka melompat jauh dan menciptakan perumahan yang tahan banjir. Orang Belanda menyadari, tanggul bisa menjadi senjata makan tuan. Jika sungai banjir dan permukaan laut naik hingga melewati tanggul, semua akan tenggelam dan tersapu air. Lebih gawat lagi, air yang sudah masuk, jadi terperangkap; tidak bisa keluar lagi karena terhalang tanggul. Tamatlah riwayat belanda. Konsep “rumah amfibi” menjawab persoalan ini. Ini seperti letupan yang membangunkan kita dari tidur berkepanjangan: kata siapa kita harus tinggal di tanah kering? Solusi cerdas yang luar biasa cocok diterapkan di Jakarta. Mungkin nggak ya?
Sumber: http://www.spiegel.de/international/spiegel/0,1518,377050,00.html
http://inhabitat.com/amphibian-houses-rising-water/
http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=18480769
http://www.csmonitor.com/2005/1026/p13s02-lihc.html

Selasa, 24 Januari 2012

"would you be my bride--" dont get too exited. there's MAID behind the "b" word

hey my blog..apa kabarnya??akhirnya inget untuk nyoret-nyoret blog lagi setelah...lebih dari 1 tahun! *postingan terakhir tertanggal 5 januari 2011*

ke mana sajakah saya selama ini? mungkin sempet bercokol di Negeri Singa? atau ngendon sebentar di Negeri Gajah Putih? ga pulang2 k kampung halaman karena lupa jalan pulang..halah.oh i have so many things to write,but a bit confusing where to start. nanti2 saya cerita deh (meski gak ada yang baca juga, hahaha). lha jadi, sekarang ngapain ujug2 pengen nulis? pastinya ini penting banget.

malam ini, 24 januari 2012, baru aja beberapa jam yang lalu, saya diminta jadi bridesmaid oleh sahabat saya priska siagian alias butterfly. sejak nonton film 27 dresses,saya jadi terpikir. udah sekian banyak kondangan yang saya datengin. apalagi 2-3 tahun terakhir; kayaknya temen2 sd sampe kuliah kompakan nikah (ya iyalah - -"). tapi ga sekalipun--er koreksi, mungkin 1-2 kali,tapi ga banyak bantuin juga--saya pernah terlibat dalam kepanitiaan apalagi jadi bridesmaid! padahal temen2 saya yg lain, berkali-kali terlibat untuk bantuin nikahan.

teralienasi. mungkin itu kata yang paling tepat untuk ngegambarin apa yang yang saya rasain tentang hal ini. sampai sempat terpikir, mungkin saya ga akan pernah diminta untuk jadi bridesmaid..

ya, banyak banget hal yang bikin saya ga diminta untuk bantuin pernikahan. pertama, saya autis; ga punya banyak temen / sahabat. kebetulan, kok ya sahabat-sahabat saya belum ada tanda-tanda ke jenjang pernikahan (which is, make me glad, for it means that i have more time to spend with them *the selfish me). mungkin temen-temen saya juga males minta tolong ke saya karena saya suka mendadak jutek, sering ngilang tanpa alasan, dan mungkin juga ini yang paling penting: saya gak tertarik untuk menikah. mungkin mereka pikir saya skeptis ya sama pernikahan? iya kalo menyangkut diri saya tapi bener deh, keskeptisan itu gak ditujukan ke orang-orang selain saya :)

kembali ke priska. yang saya ga habis pikir, priska sangat nervous saat mau nanya kesediaan saya untuk jadi bridesmaid. tiba-tiba mimik dan gesturnya malu-malu dan grogi. tampangnya sumpah nggak banget, kayak mau nembak orang. mendadak saya juga jadi grogi kayak mau ditembak (sotoy dikit.. padahal saya ditembak juga ga nyampe jumlah jari di satu tangan :D). oh priska.. are you kidding me?? to be honest, that was one of the best moment in my life! i was so surprised and glad that i lost my words. she even asked me to help her choosing the color, making designs for the cards--gosh, it was as good as if being asked to make cover album for kings of convenience! dan dengan amat sopan, priska bilang kalo saya gak bisa pake converse saat jadi bridesmaid nanti, hahaha. gila kan prisk, begitu besarnya pengorbanan gw! gw rela loh ngeganti converse busuk gw dgn sepatu cantik di hari H lo! :))

sepanjang perjalanan dengan ojeg menuju rumah, saya ngebayangin konsep design untuk kartu, bahkan gaun pengantin yang mungkin cocok untuk priska, hihihi.

priska, daniel, semoga berbahagia. doa terbaik untuk kalian.

Rabu, 05 Januari 2011

our old school

ok,i know you're gone. and i know that it's kinda insane for expecting you read this posting. but i just wanna share a little thing about our high school, the legendary 54! yeaaah!

msh inget,bbrp taun lalu gw pnh kasi laporan singkat ttg ex RUMADAFFA,wkt lo msh di serang?nah skrg,gw kembali dgn laporan lain,,ttg sekola kita :D

gw barusan wawancara dokter di RS PRemier Jatinegara,yg adl RS mitra keluarga di zaman dahulu.kelar wawancara jam 21.30,gw makan sate padang di dpn rs.lalu tergerak keinginan utk jalan2 ke sekolah..waa kpn terakhir kali gw ksna??apalagi lo ya!hehehehe.

lalu melangkahlah gw,masuk lg k rs, menuju gerbang belakang.dan gw terkaget2 krn skrg d dkt gerbang blkang,ud ada jalan menuju gedung parkir yg superguede.keluar gerbang,gw nyebrang ke jalan masuk sekolah. barisan pohon angsana di sblh kiri jalan ga berubah,mobil2 bekas di sblh kanan d dpn kantor kelurahan jg ga berubah.tapi skrg,masa sepanjang lapangan bolanya dikelilingin pager tembok! lapangannya juga ud pk konblok,ga lagi tanah berbatu yg ngebul bgt kalo siang hari. nah, di ujung2 lapangan, gawang bolanya sih teuteup aja bapuk kyak dulu ;p

dan gw terbengong-bengong begitu ngeliat sekola kita! gilaaaaaaaaa kyak sekolahan anak pejabat.mentereng bener! skrg gedungnya 4 lantai dgn cat ijo menyala,dan ga lagi cuma berbentuk kotak kyak sarang burung!skrg pk atap,,ga datar kyak dulu.. trus masjidnya, iya masjidnya, pindah! kalo dulu nempel sma bangunan sekolah shg mciptakan peluang yg sgt baik utk cabut,skrg dia berdiri sendiri dgn megahnya,di tempat yg dulunya jalan masuk dr gerbang. oia,gerbang masuknya jg berubah posisi!skrg tepat di ujung jalan,sblm belokan.

jejeran rumah di sepanjang jalan seberang lapangan ga byk berubah.cuma ad 1 rumah yg skrg terlihat kinclong bgt.nah wktu zaman gw dulu,ad rumah yg punya genio dgn cat ungu metalik yg menawan bgt!skrg,genio itu digantiin sma honda jazz biru (yg sayangnya,warnanya sma sekali ga menarik!) hal lain yg ga kalah mentereng yakni kantor lurah.skrg bertingkat2 dan megah bgt!wuidiiih...

oke,harus gw akui, terbesit sdkt sesak saat inget lo. bertaun2 lalu, kita menapaki jalan yg sama..,meski ga berbarengan (ya iyalah..kita kan beda dekade! :D).eh inget ga?kita pnh berencana main2 k 54,barengan.tp lo ud keburu pergi sblm terlaksana..mski gw tau sih,itu cuma 1 dari skian byk rencana yg kita omongin tanpa pnh difollow up,hehehe.jd malam tadi,gw ngewakilin kita,bertandang ke sekolah.or..were u be with me?did u see what i saw?i thought (or i hope??) i felt your presence..

...jalan2 malem yg menyenangkan.enak bgt loh jalan kaki malem2 di bawah naungan pohon angsana. anginnya jg sejuk.meski pas balik dan nunggu 44,gw baru sadar,klo tnyt ud malem bgt dan 44 ud gda lagi.jadinya gw nerusin jalan kaki smp kpg melayu,smbil bertanya2 enaknya naik apa.. eh ad mikrolet 54.pdhl namanya sma kya nama sekolah,tp gw blm pnh naik mikrolet ini!jurusannya pun gw gtau dia ke mana..cuma gw dgr,'calo'nya blg, "pondok bambu, kali malang!" naiklah gw.turun d pondok bambu trus naik m31 smp pdk kelapa.jam sgtu,m29 ud ga beroperasi (a cause de ojeg!zut!!).trus gw jalan kaki deh sampe rumah..bener2 jalan2 malem yg menyenangkan :)

sekian laporan dari nidandelion pedestrian untuk pecandupagi.copy.

Senin, 27 Desember 2010

surat kecil untuk Tuhan



Tuhan, kenapa duka ini begitu dalam?
aku tahu, Kau menjaganya dengan baik sekali di surga-Mu..
tapi hati ini perih, Tuhan, tiap kali memori tentangnya muncul
aku kehilangan dia Tuhan..

Tuhan, aku bukan siapa-siapa
mungkin pernah menjadi sahabat baginya
(kalau masih bisa disebut sahabat, dgn kelakuan burukku padanya setahun ini?)
mungkin aku terlalu cengeng ya, Tuhan
duka 'Nda dan keluarganya pasti jauh melebihiku
tapi mereka bisa menghadapi kepergiannya dgn kebesaran jiwa yg (sayangnya) ga aku miliki..mungkin itu cinta yg tulus, ya, Tuhan?
dukaku mungkin lebih banyak diiringi penyesalan
harusnya aku bisa berbuat lebih untuknya di saat-saat terakhir
meski itu mungkin hanya sekedar sapaan hangat di telepon
atau mengunjunginya dengan membawa kartu bikinanku sendiri..
aku terlalu pengecut untuk melakukan semua itu, Tuhan..
terlalu banyak alasan yg bikin aku takut..
akhirnya dia pergi tanpa aku sempat mengucapkan salam perpisahan
atau bahkan maaf..
sejuta tanyaku terkubur bersama pusaranya
pertanyaan-pertanyaan yg gak lagi penting

tapi ada sedikit tanya yang masih tersisa, Tuhan
di surga-Mu sekarang, masihkah ia menyimpan memori tentang kehidupannya di bumi?
kalau nanti aku diijinkan ketemu dia lagi, apakah kami masih saling mengingat, Tuhan?
Tuhan, bolehkah minta, satu saat saja di masa ini, aku bertemu dengannya?
seperti apa dia sekarang, Tuhan? aku bahkan ga inget, kapan terakhir ketemu dia
izinkan aku mengucapkan salam perpisahan, lalu bilang "a bientot!" sampai ketemu lagi

benih-benih dandelionku kerap basah oleh sendu..
gak bisa terbang memulai perjalanan baru
Tuhan, aku merindukan diriku, dandelion yang selalu bertualang
bantu aku sembuhkan luka ini, Tuhan..

-aku masih berduka, Norvan..-

Minggu, 26 Desember 2010

when biking meets walking

ya, bbrp bulan belakangan ini saya "beridentitas ganda"; sbg pedestrian atau pesepeda. hebatnya, saya pernah menjalani kedua identitas tsb berbarengan! ini tjd minggu lalu, waktu saya sepedaan di sore hari yg indah sehabis hujan. perhentian pertama, ATM. believe or not, ini pertamakalinya sya bawa dompet saat sepedaan/jalankaki sekitar rumah. abis itu saya k bengkel sepeda di mawar merah utk mompa ban. lalu, berangkutlah saya memulai petualangan sore, sambil berharap akan muncul pelangi :)

dari bengkel sepeda, saya melaju ke teratai putih, melewati gang-gang yg blm pnh saya lalui. tibalah saya di gang yg berlapis konblok; jalannya ga rata, menurun, dan byk polisi tidur (pdhl ud pk konblok, teuteup aj ya org indonesia hobi bgt miara polisi tidur :p); alhasil saya harus sering-sering ngerem. tiba-tiba, DUAR! saya kaget, dan langsung brentiin sepeda. semua orang di gang itu kaget dan nyari sumber suara. lalu ada yg ngomong, "Itu suara ban pecah! mbak, itu bannya pecah!" Haah?? bener aja, ternyata ban depan saya udah ga bernyawa! ampun deh.

dgn petunjuk seorang ibu, saya menuju jalan besar utk nyari bengkel sepeda yg menurut beliau, ada di dkt portal. jalan gede ud saya temuin, portal udah keliatan. lah tp mana bengkel sepedanya? "tp mgkn klo sore gni ud tutup neng, jd coba aja ke YAKRI; ada tuh di depannya," bgt pesan beliau tadi. maka saya pun meneruskan perjalanan, dgn sepanjang jalan bertanya2, 'where the hell is yakri?'

ujung teratai putih udah saya lalui, lalu saya berbelok ke rumah susun, dan akhirnya dgn hopeless berpikir, bahwa mau gamau saya mesti balik lg ke mawar merah. krn udah kadung di rusun, jadi ya terpaksa deh muterin rusun utk nyampe lg ke bengkel sepeda t4 saya td mompa ban. sepeda saya tuntun sepanjang jalan..langsung deh terngiang lagunya SORE, "jauh perjalanan..mencari intan pujaan.." herannya, saya cuma kesel sdkit dgn insiden itu. malah boleh dibilang,saya ckp menikmati, dan spanjang jalan ngerasa geli sndiri, hihihihi.

yg bkin kesel mah biasa, orang2 kurang kerjaan yg mulutnya usil minta dicabein. eh tp jgn deh, cabe lg mahal. guila aja, masa sekilo 60rb?? nah kmbali k org2 usil. "sepedanya knp neng? wah bannya gembos ya? bengkel sepeda mah jauh dr sini neng. hayu dianter aja pk motor" menurut lo?? trus sepeda gw pangku gt?? kalo gabisa ngasi solusi mah diem aja deh. sini gw kasih makan lem, biar jgn byk bacot! jd sewot sayah..

stlh 45 menit nuntun sahabat merah saya, nyampe jg deh di bengkel sepeda! untung bgt, alhmadulillah, hari itu saya bawa dompet!! lalu saya menuju supermarket terdekat, dgn harapan bisa makan es krim yg iklannya lg gila2an d tv smpe stoknya slalu aja abis. sialnya, kali ini pun saya keabisan! ikh syebal.. tp jg seru, krn di antrian kasir, stlh skian lama sya asik sndiri dgn pikiran saya, saya menyadari kalo d dlm antrean itu, 2 org d dpn saya, adl temen CCF saya, anton! istrinya, eka, br aja ngelahirin. rumah mreka d pdk kelapa, dan sya srg nebeng klo plg les,hehee jadilah kami nongkrong d dpn supermarket smbl ngobrol sore2:) trus dia nganter saya deh ke bengkel sepeda, asyiiik dpt tebengan (lagih)! ;p

nah kebetulan, bngkel sepeda saya terletak d mie bangka yg superlezat. si anton ini jg penasaran, krn sya srg cerita ttg mie ini. dan krn kami sama2 kecewa keabisan es krim, jadinya kita jajan mie ayam bangka..nah petualangan sore ini diakhiri dgn soundtrack tembang lawas "jalan sore, kita berjalan-jalan sore-sore.." btw itu lagunya siapa ya?

Kamis, 23 Desember 2010

cecoretan..



tepat 2 minggu lalu yakni 9 desember, saya kehilangan salah seorang sahabat terbaik saya. sahabat semua orang, sebenarnya, kalau boleh dibilang. mengutip pernyataan seorang teman saya, mangepi, "meski cuma kenal norvan sebentar, kyak kenal dia seumur hidup." wew karena ini blog seorang pejalankaki, "terpaksa" topik kembali harus saya luruskan di trotoar (= jalur pejalankaki :D)

udah sekitar 2-3 bulan ini saya sedikit "berkhianat" dari predikat sbg pejalankaki. ga lain ga bukan, saya punya sepeda! sepeda bekas super murah yg rantenya srg ngadat, tp jd temen setia bbrp bulan terakhir ini. mau tau apa yg bkin bersepeda itu sgt menyenangkan? lagi2, saya kmbali mengutip pernyataan orang. kata lance armstrong, saat kita ada di atas sepeda, kita ngerasa bebas dan merdeka. "sepeda bebas untuk dikendarai, tanpa aturan dan tanpa orang dewasa." it's why children love bikes! ;)

dan alasan ini jg yg bkin saya makin tergantung sama sepeda. stlh kepulangan sahabat saya ke rumah-Nya, saya kyak orang linglung. i kept myself very busy so i didnt have time to think about him. tp ttp aj, kala saya sendiri--terutama di kendaraan umum--mata saya kembali tergenang air yang kerasa anget dan nyesekin dada. biasanya, saya selalu jalan kaki kala sedih. tapi kali ini,ga banyak membantu. saya malah keinget, btapa dulu saya sering jalan kaki brg norvan.

ternyata, saya nemuin "penyembuhan" dari sahabat baru saya si sepeda merah, saat jalan kaki ga lagi cukup utk nyembuhin luka.. every morning and evening, i ride my dearest bike. it heals me quite a lot. saya ngerasa tenang bgt kala ngerasain angin ngehembus lembut wajah dan rambut saya.

ada bbrp hal knp kali ini bersepeda lbh mujarab buat saya. saat naik sepeda, saya "dipaksa" fokus; fokus ngemudiin stang, fokus ke jalan di depan serta kanan-kiri-belakang. juga fokus utk ngerem, dan pasang telinga klo ada suara2 'peringatan' (baca: klakson, suara anak2, dsb). jadi gda tempat buat pikiran kosong yang pd akhirnya akan diisi oleh kenangan ttg norvan. maka, saya dapet endorfin scr optimal, tanpa ngebiarin pikiran keisi hal2 yg sedih :) dan juga, saya msh belum sanggup ngenain sepasang converse yg plg saya suka, yg dibeliin priska&edi utk kado ulangtaun saya. itu converse yg saya kenain ke pemakaman norvan. masih ada jejak tanah merah lekat di sana.. hal yg bkin saya tanpa sadar selalu memejamkan mata saat ngelewatin rak sepatu. akh, ternyata saya begitu sentimentil..

hmph, cuma mau cerita sdkt. semingguan lalu, ponakan saya ntn film--entah judulnya apa. yg pasti, pascanonton dia ketakutan; katanya, di film itu, temennya si pemeran utama yg udah meninggal, dateng dan gangguin dia. lalu dgn spontannya saya berpikir, "gosh, i'm dying to have norvan walk beside me again!" saya ga akan takut; malah seneng bgt!

tiap malem saya selalu berharap dan berdoa, norvan akan mampir di mimpi saya. tp dia ga muncul2 juga..ya kalo dipikir2, gamungkin jg sih. temennya kan buanyaaaak..blm lagi keluarganya yg syang bgt sma dia. perlu waktu berapa lama kan klo semua orang minta dia mampir di mimpi mereka? tp bener deh, saya pengeeeen bgt, suatu saat nanti entah kapan, saya liat dia tau2 jalan di samping saya, sambil cengar cengir cengor kyak biasa. meski kemungkinan besar kita gabisa ngobrol juga. lalu kami jalan bareng, natap langit sore yg kemerahan dan rumput basah abis ujan. dan mengagumi pelangi yg akan ngebawa dia kembali ke dunianya..

..i'm still missing you so much by pal..